berada di atas jaring laba-laba
meronta untuk bisa melangkah
makin meronta makin terjebak
makin terbalut sang jaring sampai akhirnya terlilit kuat
dan menunggu sang laba-laba menghampiri untuk sarapan
ni tulisan kelam bgt yaa,,
-_-''
Wednesday, October 31, 2012
Wednesday, October 24, 2012
nasib pejalan kaki di negeri kita
sudah sangat lama saya ingin mencurahkan isi hati saya pada teman-teman sekalian tentang ini,, sebenarnya aku,,,, halah kok jadi gini,,
maksudnya sudah sangat lama saya ingin sekali mengeluarkan unek-unek saya tentang ini, nasib menjadi pejalan kaki di sini, di kota kita, di negara kita,,, secara saya adalah anggota angkot'ers dan streetwalker sebandung raya dan sekitarnya,, hehe (padahal emang gak punya kendaraan)
sungguh sedih hati ini ketika asik berjalan di trotoar yang katanya hak pejalan kaki itu, tiba-tiba ada motor ngasih klakson (padahal terima aja kalo dikasih ya, qeqeqeqe), atau deg-degan pas harus jalan kaki di dengan kondisi jalan raya gak ada trotoar nya (apaaaaaaa?) mikir2 takut keserempet, padahal itu tikungan dan turunan, yang notabene kendaraan yang lewat situ berjalan dengan kencangnya,,, (ini jalan raya deket kosan). lebih buruknya lagu sudah tak ada trotoar, eh emang2 supir angkot ngetem beriringan disitu T_T
terus gak jarang kalo pas saya jalan kaki pulang dari kampus menuju angkot yang biasa mengantarkan saya ke kosan itu,,, berjejer mobil mobiil parkir semaunya di pinngir jalan dan menghalangi para pejalan kaki sehingga terpaksa saya jalan hampir di tengah badan jalan,,, (apa-apaan iniiih),, rasanya hati meronta-ronta (lebuaaai),, pengen garuk-garuk aspal (najemin cakar),,,
fakta perih yang lain adalah trotoar yang luas dan nyaman berubah jadi halaman warung nasi, tukang siomay, fotokopi, lumpia basar, cireng isi, cilok goreng (jajanan kampus semua ini mah hahahaha) trus kita musti jalan lewat manaaaaaaaaaaaaaa? (guling-guling di trotoar padahal udah sempit yak) trus jalan sisanya dipake parkir motor,,, (lengkap sudah nasip sang pejalan kaki)
padahal yah, jalan kaki itu banyak banget manfaatnya, dari segi kesehatan,, bagus untuk kesehatan jantung, dan berguna untuk menambah volume betis (ups) selain itu dengan meningkatnya pejalan kaki menurunkan penggunaan kendaraan bermotor yang menyumbangkan banyak gas rumah kaca penyebab pemanasan global, dan lagi ini yang paling penting berjalan kaki juga dapat membakar lemak berlebih (gue banggeut)...
tapi kok,,,, melihat kenyataan seperti ini membuat nasib para pejalan kaki sangat tragis. ingatkah kaliah kejadian penabrakan para pejalan kaki oleh seorang pengendara mobil xen*a yang sakau sampai mereka harus tewas, padahal mereka dah jalan kaki di trotoar lhooo,,, huaaaa makin lah ni nasip pejalan kaki teh merana,,, apa kita perlu terbang aja gitu ya biar aman,, ayo panggil doaremon minta baling-baling bambuuuu
kalo sudah begini apa yang harus diperbuat? any suggestion?
maksudnya sudah sangat lama saya ingin sekali mengeluarkan unek-unek saya tentang ini, nasib menjadi pejalan kaki di sini, di kota kita, di negara kita,,, secara saya adalah anggota angkot'ers dan streetwalker sebandung raya dan sekitarnya,, hehe (padahal emang gak punya kendaraan)
sungguh sedih hati ini ketika asik berjalan di trotoar yang katanya hak pejalan kaki itu, tiba-tiba ada motor ngasih klakson (padahal terima aja kalo dikasih ya, qeqeqeqe), atau deg-degan pas harus jalan kaki di dengan kondisi jalan raya gak ada trotoar nya (apaaaaaaa?) mikir2 takut keserempet, padahal itu tikungan dan turunan, yang notabene kendaraan yang lewat situ berjalan dengan kencangnya,,, (ini jalan raya deket kosan). lebih buruknya lagu sudah tak ada trotoar, eh emang2 supir angkot ngetem beriringan disitu T_T
terus gak jarang kalo pas saya jalan kaki pulang dari kampus menuju angkot yang biasa mengantarkan saya ke kosan itu,,, berjejer mobil mobiil parkir semaunya di pinngir jalan dan menghalangi para pejalan kaki sehingga terpaksa saya jalan hampir di tengah badan jalan,,, (apa-apaan iniiih),, rasanya hati meronta-ronta (lebuaaai),, pengen garuk-garuk aspal (najemin cakar),,,
fakta perih yang lain adalah trotoar yang luas dan nyaman berubah jadi halaman warung nasi, tukang siomay, fotokopi, lumpia basar, cireng isi, cilok goreng (jajanan kampus semua ini mah hahahaha) trus kita musti jalan lewat manaaaaaaaaaaaaaa? (guling-guling di trotoar padahal udah sempit yak) trus jalan sisanya dipake parkir motor,,, (lengkap sudah nasip sang pejalan kaki)
padahal yah, jalan kaki itu banyak banget manfaatnya, dari segi kesehatan,, bagus untuk kesehatan jantung, dan berguna untuk menambah volume betis (ups) selain itu dengan meningkatnya pejalan kaki menurunkan penggunaan kendaraan bermotor yang menyumbangkan banyak gas rumah kaca penyebab pemanasan global, dan lagi ini yang paling penting berjalan kaki juga dapat membakar lemak berlebih (gue banggeut)...
tapi kok,,,, melihat kenyataan seperti ini membuat nasib para pejalan kaki sangat tragis. ingatkah kaliah kejadian penabrakan para pejalan kaki oleh seorang pengendara mobil xen*a yang sakau sampai mereka harus tewas, padahal mereka dah jalan kaki di trotoar lhooo,,, huaaaa makin lah ni nasip pejalan kaki teh merana,,, apa kita perlu terbang aja gitu ya biar aman,, ayo panggil doaremon minta baling-baling bambuuuu
kalo sudah begini apa yang harus diperbuat? any suggestion?
Friday, October 5, 2012
Pelarian bagian II
here we go,,, hari ke dua perjalanan kami di selatan garut. setelah lelah hilang dengan beristirahat di sebuah penginapan yang cukup nyaman, dengan harga yang cukup murah. selain itu sang pemilik berbaik hati mengijinkan kami menggunakan 1 kamar uuntuk berlima, yang biasanya maksimal ber 4 (hehehe namanya juga perjalanan pelarian ya duitnya pas pasan,,,) kami sewa kamar 120ribu semalam, tambah tempat tidur tambahan 30 ribu jadi total 150 ribu kena per orangnya cuma 30 ribu (yeee lebih murah dari bugdet yang kami anggarkan) cuma sayang aku lupa nama penginapannya , yang pasti lokasinya tepat sebelum pertigaan yang mau belok menuju pantai santolo.
perjalanan kami mulai jam 6 pagi. kami sangat berharap hari itu lebih cerah dari hari sebelumnya, secara kemarin awan mendung menyelimuti langit garut selatan jadi deh gak optimal view pantainya T_T... Alhamdulillah Allah mendengar doa kami, cuaca lebih cerah meski langitnya gak begitu bersih tapi setidaknya kami bisa merasakan matahari pagi. sepanjang perjalanan menuju satu pantai ke pantai lain kami seolah didampingi oleh deburan ombak, sepanjang jalan pantai terlihat membuat kepalaku tak berhenti menengok ke arah kiri,,, karena posisi sebagai boncengers jadilah dirimu bisa menikmati perjalanan ( cerita funti sang rider yang nyesel gak bisa menikmati pemandangan di jalan gara2 mesti fokus ke jalan) hal ini membuat ku terhibur gak bisa mawa motor jadilah saya dapat puas menikmati segala hal menakjubkan selama perjalanan (^0^)/``
selama perjalanan kami menuju pantai terakhir yaitu pantai rancabuaya,,, seringkali kami belok di titik2 tertentu yang memberi akses menuju pantai2 sebelumnya, sebagian besar terbuka untuk umum dan free tiket masuk,, (yeeay)
pantai pertama da hari ke dua,,, gunung geder,, akses masuk cuma bisa melihat view pantai dari kejauhan, tapi di lokasi ini disediakan saung-saung sepertinya dibuat memang untuk menikmati pantai sambil bersantai dan makan-makan (sepertinya lokasi ini dulunya ada restoran ato warung makannya)
masih di pantai gunung geder with the team ^^
pantai kedua,, pantai gunung sulah.pintu masuk menuju sini melewati tempat tinggal penduduk dan ada kandang kambing tepay dibibir pantai jadiiii banyak bulet2 item di pasirnyaaaa (apa cobaaa?)
narsis di jembatan dengan latar pantai yang sedang berombak besar,,, ^^V
the best view in the journey,, seperti dimana gitu yaaa
di perhentian yang ketiga,,, kami menemukan pantai yang elok dengan kondisi karang yang cantik dan masih bersih pula,,,, kami pikir sepanjang perjalanan sampai titik ini, ini adalah pantai paling bagus yang kami kunjungi dari yang lainnya,,, our paradise is cicalobak beach,,,
pose ala cover album girlband :p
fanti my lovely rider,,, wong kediri aseli ^o^ (go fanti go,,,!)
cukup lama kami menikmati keindahan pantai ini, sejujurnya masih belum beranjak ketika rekan yang lain mengajak untuk melanjutkan perjalanan,, oh,,, bersih,, indah,, sepi,,, gue banggeut laaah
me, yang berat meninggalkan keindahan pantai ini,, terpaku memandang jauh ke lautan (so centimental)
ternyata tak jauh dari pantai indahku ini,,, destinasi utama kami berada,, pantai rancabuaya,,, plang besar jelas menunjukkan nama pantai ini, rupanya rancabuaya sudah tak jadi pantai perawan lagi sekarang, pembangunan dan perbaikan jalan menunjukkan bahwa pantai ini sudah berubah menjadi pantai wisata utama disini,, yaah karena sudah jadi objek wisata yang dikelola pemda jadilah bayar tiket masuk (hehe ngarep masih gratisan) tiketnya masih murah yaitu 5000 rupiah permotor. dan ketika masuk, layaknya tempat wisata sudah banyak tempat-tempat makan, suvenir, bahkan hotel pun banyak yang baru dibangun di dalam kompleks pantai,,, hmmm so far pantai ini memang indah,,,, (tapi cicalobak masih numero uno di hati <3 div="div">3>
kompleks karang-karang dipantai Rancabuaya
sejujurnya sangat sedikit gambar-gambar yang saya ambil di rancabuaya dan kurang mewakili keindahan pantai yang saya rasakan oleh mata kepala sendiri karena eh karena terjadi suatu kejadian, dimana ketika saya sedang asik menyusuri karang- karang disini, ombak besar menghadang dang byuuuuuuur basahlah semua termasuk kamera dan hp yang saya bawa, kamera dan hape mati total dan rusak tak bisa diperbaiki. (T_T) beruntung memory camera nya masih selamat jadi bisa saya bagi sedikit cerita dan gambar disini...
itulah sekelumit cerita perjalanan pelarianku,, puja dan puji atas sang pencipta tak bosan terucap untuk kenikmatan menglihatanku atas keindahan ciptaanNYa,,, dari sini dari pantai ini,, kekuatan baru haruslah terbentuk, sekuat karang,, sebesar ombak untuk menghadapi tantangan yang sedang menanti di bandung sana (tesis dan sidang),,, yooooooosh ganbarimashoooo \(^0^)/
setelah puas basah-basahan di rancabuaya, kami pun pulang dengan rute berbeda,, hmm actually there is another story on the way home,,, mungkin lain waktu saya tulis disini,,, (agak gelap ceritanya soalnya hiiiii)
Wednesday, September 26, 2012
eksplorasi pesisir pantai selatan garut "sebuah pelarian"
sebuah pelarian????
kenapa pelarian???
yups,, karena perjalanan ini terjadi dalam rangka pelarian dari kejaran tesis dan sidang,, whahahahaha (mbangga) (berharap dosen pembimbing gak buka blog ini)
akhir agustus kemarin bertepatan dengan tgl lahirku, alhamdulillah saya bisa seminar hasil, hmm selanjutnya adalah sidang tesis, akan tetapiiiii eh sang tesis belum saya rampungkan, masih belepotan dan akhirnya saya tidak berfikiran untuk maju sidang dalam waktu dekat. Ternyata hal ini bertolak belakang dengan keinginan bapak supervisor yang hendak saya lulus cepat,,, padahal sebelumnya sudah buat rencana traveling ke selatan garut bareng temen kosan pasca seminar. Walhasil saya diberi waktu 1 minggu utnuk menyelesaikan tesis dan rencana perjalanan kami dibatalkan. Seminggu pun berlalu, hahay saya bisa menyelesaikan 4 bab dengan ajaib, tetapiiiii supervisor kedua tak bisa diajak buru2 revisi,, dan bener aja tulisanku ancur bak anak TK baru belajar bikin makalah, belepotan sana sini penuh revisi bertinta merah (secara cuma1 minggu). sehingga di pekan selanjutnya saya pun kabur merealisasikan acara jalan-jalan kita ke garut..... and the story goes....
Akhirnya kita putuskan pergi dengan rencana menyusuri semua pantai yg ada di selatan garut. rute pun kita tentukan. Berdasarkan hasil survey dan browsing kita menemukan beberapa plan perjalanan, dan yang pertama kita tempuh adalah melalui jalur garut dengan rute Bandung-Nagreg-Garut kota- Samarang- Bayongbong-Cikajang-Cikelet-Santolo-Rancabuaya. Kami berangkat dari bandung pukul 5 subuh pake motor (tiga motor dengan 5 personil, perempuan semua lhooo). Rupanya hari itu matahari lagi pengen ngumpet, walhasil cuaca cukup dingin dan mendung. sekitar pukul setengah 8 kita sampai di bayongbong, istirahat dan sarapan. Alhamdulillah bisa menghangatkan badan yang kaku kena angin dan cuaca dingin dengan semangkuk lontong kari hangat. Kemudian kami lanjutkan perjalanan,,, matahari mulai muncul malu-malu sedikit mengahngatkan badan ketika kami sampai di daerah cikelet sekitar pukul 10. Sampai di Pamenungpeuk kita belok kiri menuju pantai pertama yang kami ingin kunjungi, yaitu pantai cijeruk. Dengan semangat 45 kami melaju kencang menuju pantai itu berharap mendapati keindahan pertama pada kunjungan pertama,,,,
Ketika sampai di pantai cijeruk kita mendapati gerbang masuk yang sudah tak diurus, kondisi disanapun sepi. Pas sampai di bibir pantai,,,,,, ziiiiiing
yaaaah kesan pertama cukup mengecewakan, kondisi pantainya cukup membuat mood kami agak turun, mungkin karena kondisi pantai yang biasa aja, yang kami lihat cuma hamparan pasir putih, kurang ada hal menarik lain yang memanjakan mata.
Perjalanan dilanjutkan menuju pantai berikutnya, sebenernya kalo berdasarkan peta wisata, di jalur pantai cijeruk ini ada beberapa pantai lain yg bisa dikunjungi, tapi kami memutuskan langsung menuju arah santolo karena beranggapan kondisi pantai disini gak akan jaug beda.
menjelang tengah hari kami berhenti sholat dan isi bensin sekalin makan siang dengan bekal yang dibawa, maklum la pengiritan :p . setelah selesai sholat dxuhur dan makan siang kami langsung melanjtkan perjalanan menuju pantai santolo. sebenernya ini kali ke tiga saya mengunjungi pantai santolo, tapi kali ini ada yang istimewa karena pada hari itu di santolo ada ikan paus terdampar,, waaaaw kapan lagi coba liat ikan paus di depan mata, tapi sayang sudah mati T_T
warga lokal juga berbondong-bondong datang ke pantai untuk menyaksikan ikan paus tersebut, jadi kondisi cukup ramai, padahal hari itu bukan hari libur ataupun weekend. hmm jadi berfikir knapa akhir2 ini sering ada ikan paus yang terdampar disungai ya? fenomena apakah ini?
selain menyaksikan ikan paus, kami juga menghabiskan waktu cukup lama disantolo. Karena memang konsidi pantainya indah, tapi sayang karena kegiatan pariwisata seringkali menyisakan sampah disana sini, membuat pantai jadi terkesan kotor "peliiis deh para touris jangan buang sampah sembarangan dipantai _(_ _)_ "
setelah berpuas menghabiskan waktu di pantai santolo, kita menuju pantai tetangga "sayang heulang". jaraknya berdekatan sekitar 10 menit sampai dari santolo.Disini lebih sepi, mungkin karena memang disantolo ada paus yang menarik perhatian warga, juga karena memang bukan musim liburan. ini kali pertama saya ke sayang heulang,,,, kondisinya mirip santolo, tetapi karang disini lebih dominan, sekilas saya jadi inget tanah lot di bali,,,,
ketika kita berjalan menyusuri pantai,,, kita mendapati pemandangan tak biasa,,, bukan karena bentuk pantai ato keindahannya, melainkan disana kami mendapari seorang ibu nelayan yang sedang sholat di atas karang. waaaaaaaaaaaaaw,,, amaziiing.... ini lebih indah dari melihat pantai manapun, keindahan keimanan, ketaatan kepada sang pencipta. sang ibu nelayan nampak baru selesai mengerjakan tugasnya,dengan baju masih nampak basah, tapi semua aurat tertutup ibu sholat ashar, ketika itu waktu menunjukkan sekitar pukul 4 sore. Hmm menjadi pelajaran yang sangat berharga sekali, ketika banyak orang berkilah meninggalkan waktu sholat karena gak sempat karena kerjaan, atau misalnya jauh dari mesjid dan alasan2 lainnnya, hal ini tak berlaku bagi sang ibu nelayan,,, Sholat 5 waktu itu wajib, tak perduli apa kondisinya, dengan segala keringana yang Allah berikan, tak pantas kita meninggalkannya walau sekalipun (nampar diri bolak balik, jedotin kepala, istighfar sebanyak-banyaknya), sungguuh Allah menegur kita dengancara yang indah,,, :')
harapan kami ingin menyaksikan matahari tenggelam di pantai ini, namun sayang sampai tiba saatnya matahari mengakhiri siang, warna jingga tak kunjung dapat kami lihat karena kondisi langit yang mendung dan berawan. walhasil kita balik ke penginapan, istirahat mengembalikan tenaga yg terkuras karena perjalanan tadi siang. untuk kembali menyusuri panntai selatan garut selanjutnya besok,,, dengan segala harap ada hal menakjubkan lain yang bisa kami saksikan, hal menakjubkan yang bisa membuat kita tak henti memuji keindahan sang Pencipta....
to be continued...
kenapa pelarian???
yups,, karena perjalanan ini terjadi dalam rangka pelarian dari kejaran tesis dan sidang,, whahahahaha (mbangga) (berharap dosen pembimbing gak buka blog ini)
akhir agustus kemarin bertepatan dengan tgl lahirku, alhamdulillah saya bisa seminar hasil, hmm selanjutnya adalah sidang tesis, akan tetapiiiii eh sang tesis belum saya rampungkan, masih belepotan dan akhirnya saya tidak berfikiran untuk maju sidang dalam waktu dekat. Ternyata hal ini bertolak belakang dengan keinginan bapak supervisor yang hendak saya lulus cepat,,, padahal sebelumnya sudah buat rencana traveling ke selatan garut bareng temen kosan pasca seminar. Walhasil saya diberi waktu 1 minggu utnuk menyelesaikan tesis dan rencana perjalanan kami dibatalkan. Seminggu pun berlalu, hahay saya bisa menyelesaikan 4 bab dengan ajaib, tetapiiiii supervisor kedua tak bisa diajak buru2 revisi,, dan bener aja tulisanku ancur bak anak TK baru belajar bikin makalah, belepotan sana sini penuh revisi bertinta merah (secara cuma1 minggu). sehingga di pekan selanjutnya saya pun kabur merealisasikan acara jalan-jalan kita ke garut..... and the story goes....
Akhirnya kita putuskan pergi dengan rencana menyusuri semua pantai yg ada di selatan garut. rute pun kita tentukan. Berdasarkan hasil survey dan browsing kita menemukan beberapa plan perjalanan, dan yang pertama kita tempuh adalah melalui jalur garut dengan rute Bandung-Nagreg-Garut kota- Samarang- Bayongbong-Cikajang-Cikelet-Santolo-Rancabuaya. Kami berangkat dari bandung pukul 5 subuh pake motor (tiga motor dengan 5 personil, perempuan semua lhooo). Rupanya hari itu matahari lagi pengen ngumpet, walhasil cuaca cukup dingin dan mendung. sekitar pukul setengah 8 kita sampai di bayongbong, istirahat dan sarapan. Alhamdulillah bisa menghangatkan badan yang kaku kena angin dan cuaca dingin dengan semangkuk lontong kari hangat. Kemudian kami lanjutkan perjalanan,,, matahari mulai muncul malu-malu sedikit mengahngatkan badan ketika kami sampai di daerah cikelet sekitar pukul 10. Sampai di Pamenungpeuk kita belok kiri menuju pantai pertama yang kami ingin kunjungi, yaitu pantai cijeruk. Dengan semangat 45 kami melaju kencang menuju pantai itu berharap mendapati keindahan pertama pada kunjungan pertama,,,,
Ketika sampai di pantai cijeruk kita mendapati gerbang masuk yang sudah tak diurus, kondisi disanapun sepi. Pas sampai di bibir pantai,,,,,, ziiiiiing
yaaaah kesan pertama cukup mengecewakan, kondisi pantainya cukup membuat mood kami agak turun, mungkin karena kondisi pantai yang biasa aja, yang kami lihat cuma hamparan pasir putih, kurang ada hal menarik lain yang memanjakan mata.
Perjalanan dilanjutkan menuju pantai berikutnya, sebenernya kalo berdasarkan peta wisata, di jalur pantai cijeruk ini ada beberapa pantai lain yg bisa dikunjungi, tapi kami memutuskan langsung menuju arah santolo karena beranggapan kondisi pantai disini gak akan jaug beda.
menjelang tengah hari kami berhenti sholat dan isi bensin sekalin makan siang dengan bekal yang dibawa, maklum la pengiritan :p . setelah selesai sholat dxuhur dan makan siang kami langsung melanjtkan perjalanan menuju pantai santolo. sebenernya ini kali ke tiga saya mengunjungi pantai santolo, tapi kali ini ada yang istimewa karena pada hari itu di santolo ada ikan paus terdampar,, waaaaw kapan lagi coba liat ikan paus di depan mata, tapi sayang sudah mati T_T
selain menyaksikan ikan paus, kami juga menghabiskan waktu cukup lama disantolo. Karena memang konsidi pantainya indah, tapi sayang karena kegiatan pariwisata seringkali menyisakan sampah disana sini, membuat pantai jadi terkesan kotor "peliiis deh para touris jangan buang sampah sembarangan dipantai _(_ _)_ "
setelah berpuas menghabiskan waktu di pantai santolo, kita menuju pantai tetangga "sayang heulang". jaraknya berdekatan sekitar 10 menit sampai dari santolo.Disini lebih sepi, mungkin karena memang disantolo ada paus yang menarik perhatian warga, juga karena memang bukan musim liburan. ini kali pertama saya ke sayang heulang,,,, kondisinya mirip santolo, tetapi karang disini lebih dominan, sekilas saya jadi inget tanah lot di bali,,,,
ketika kita berjalan menyusuri pantai,,, kita mendapati pemandangan tak biasa,,, bukan karena bentuk pantai ato keindahannya, melainkan disana kami mendapari seorang ibu nelayan yang sedang sholat di atas karang. waaaaaaaaaaaaaw,,, amaziiing.... ini lebih indah dari melihat pantai manapun, keindahan keimanan, ketaatan kepada sang pencipta. sang ibu nelayan nampak baru selesai mengerjakan tugasnya,dengan baju masih nampak basah, tapi semua aurat tertutup ibu sholat ashar, ketika itu waktu menunjukkan sekitar pukul 4 sore. Hmm menjadi pelajaran yang sangat berharga sekali, ketika banyak orang berkilah meninggalkan waktu sholat karena gak sempat karena kerjaan, atau misalnya jauh dari mesjid dan alasan2 lainnnya, hal ini tak berlaku bagi sang ibu nelayan,,, Sholat 5 waktu itu wajib, tak perduli apa kondisinya, dengan segala keringana yang Allah berikan, tak pantas kita meninggalkannya walau sekalipun (nampar diri bolak balik, jedotin kepala, istighfar sebanyak-banyaknya), sungguuh Allah menegur kita dengancara yang indah,,, :')
harapan kami ingin menyaksikan matahari tenggelam di pantai ini, namun sayang sampai tiba saatnya matahari mengakhiri siang, warna jingga tak kunjung dapat kami lihat karena kondisi langit yang mendung dan berawan. walhasil kita balik ke penginapan, istirahat mengembalikan tenaga yg terkuras karena perjalanan tadi siang. untuk kembali menyusuri panntai selatan garut selanjutnya besok,,, dengan segala harap ada hal menakjubkan lain yang bisa kami saksikan, hal menakjubkan yang bisa membuat kita tak henti memuji keindahan sang Pencipta....
to be continued...
Tuesday, June 12, 2012
kupu-kupu bu young
kemarin sempat ngikuti drama korea micky yochun yang baru, judulnya roof top prince meski cuma nonton sampai episode 12 selebihnya baca dari sinopsis karena akses donlot terbatas T_T
awalnya terasa biasa aja nonton drama ini, tapi lama-lama tertarik dengan kisah cinta sang pangeran menembus ruang dan waktu masuk ke masa depan untuk mencari jawaban dari kematian sang putri sampai akhirnya dia bisa memecahkan misteri kematian dan sekaligus menemukan cintanya...
sebenarnya yang membuatku tertarik lebih pada misteri kematian sang putri,,, tapi sekarang saya gak bahas itu, melainkan kupu-kupu kuning yang muncul di drama itu,,,
hari ini sepulang ngajar,, ketika di angkot, entah dari mana datangnya,, tiba-tiba di dekat saya ada kupu-kupu kuning terbang mendekati kaca belakang, waktu itu saya duduk mojok dibelakang.
Gara-gara nonton drama itu, pertama kali yang terbesit dalam fikiranku ketika melihat kupu-kupu kuning itu adalah adegan park ha yang sedang jualan buah dan dihinggapi kupu-kupu,,,
kenapa kupu-kupu ini sangat penting bagi jalannya cerita roof top prince?
karena kupu-kupu ini muncul dari sapu tangan milik yi gak hasil sulamannya bu young (park ha dimasa lalu), seolah-olah kupu-kupu itu adalah simbol cinta bu young untuk yi gak yang waktu itu masih belum menyadari siapa cinta dia yang sebenarnya,,,
kembali ke adegan saya di angkot, tentu saja tidak ada dalam drama, sejak kapan ada angkot di korea coba,,,
eh eh,, itu kupu-kupu pun hinggap di jilbab saya dan saya senyum-senyum sendiri, mikirin apa hayoooo?
awalnya terasa biasa aja nonton drama ini, tapi lama-lama tertarik dengan kisah cinta sang pangeran menembus ruang dan waktu masuk ke masa depan untuk mencari jawaban dari kematian sang putri sampai akhirnya dia bisa memecahkan misteri kematian dan sekaligus menemukan cintanya...
sebenarnya yang membuatku tertarik lebih pada misteri kematian sang putri,,, tapi sekarang saya gak bahas itu, melainkan kupu-kupu kuning yang muncul di drama itu,,,
hari ini sepulang ngajar,, ketika di angkot, entah dari mana datangnya,, tiba-tiba di dekat saya ada kupu-kupu kuning terbang mendekati kaca belakang, waktu itu saya duduk mojok dibelakang.
Gara-gara nonton drama itu, pertama kali yang terbesit dalam fikiranku ketika melihat kupu-kupu kuning itu adalah adegan park ha yang sedang jualan buah dan dihinggapi kupu-kupu,,,
kenapa kupu-kupu ini sangat penting bagi jalannya cerita roof top prince?
karena kupu-kupu ini muncul dari sapu tangan milik yi gak hasil sulamannya bu young (park ha dimasa lalu), seolah-olah kupu-kupu itu adalah simbol cinta bu young untuk yi gak yang waktu itu masih belum menyadari siapa cinta dia yang sebenarnya,,,
kembali ke adegan saya di angkot, tentu saja tidak ada dalam drama, sejak kapan ada angkot di korea coba,,,
eh eh,, itu kupu-kupu pun hinggap di jilbab saya dan saya senyum-senyum sendiri, mikirin apa hayoooo?
kupu-kupu hinggap disaksikan oleh mata pangeran antasari dari uang buat ongkos :p
Subscribe to:
Posts (Atom)








